Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Resensi Buku "Berteman dengan Demam" karya Dr. Arifianto dan dr. Nurul L. Hariadi"

Buku berjudul Berteman dengan demam ini sudah dua kali naik cetak yakni pada september 2017 dan oktober 2017 yang diterbitkan oleh Kata Depan. Buku ini saya dapatkan melalui pemesanan online,karena memang tidak dijual di kebanyakan toko buku,mungkin hanya di cetak terbatas. Saya sendiri tau tentang buku ini karena rajin mengikuti tulisan dr. Apin sapaan akrab dr. arifianto di media sosial. Sebagai dokter spesialis anak beliau banyak mengulas seputar tumbuh kembang anak dan gencar menggalakkan imunisasi dalam setiap tulisanya.  Seperti dalam buku Berteman dengan demam ini,diawal pembuka anda akan ditunjukkan pada sebuah judul "anak sakit,tak perlu panik" pada bagian pertama ini dokter Apin menjelaskan tentang kineeja demam dalam tubuh,bahwa sesungguhnya demam adalah sebuah alarm dimana tubuh mendeteksi adanya virus yang masuk, sistem imun anak yang mulai bekerja menangkal virus inilah yang kemudian menjadikan suhu tubuh naik.  Beliau juga menyertakan tentang berbagai ...

Indonesia Berbudaya (1)

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki ribuan suku dan budaya. Luas yang membentang mulai dari sabang sampai merauke memiliki ribuan pulau-pulau kecil yang tentunya ribuan budaya pula di dalamnya. Dulu ketika sekolah saya sangat suka pada mata pelajaran IPS utamanya yang membahas tentang pulau-pulau di Indonesia dan ragam budayanya. Saya juga sangat takjub pada Gajah Mada yang diceritakan sebagai tokoh utama yang mempersatukan Nusantara. Sungguh luar biasa bukan,mereka yang memiliki latar belakang berbeda,tak memiliki sisi histori yang sama,namun dengan penuh kesadaran berikrar untuk bersatu.  Padahal kalau kita lihat hari ini,jangankan dengan suku lain kadang dengan tetangga sendiripun kita tak saling kenal.Ada yang pernah mengatakan bahwa Indonesia adalah negara paling luas setelah cina,mungkin ini di dasarkan karena cina dan beberapa negara lain yang secara luas wilayah lebih besar dari Indonesia namun terbagi dalam beberapa negara bagian. Tapi di Indonesia tid...

Motivasi dari Blora

Tulisan ini saya beri judul “motivasi dari blora" mengisahkan tentang seorang pemuda yang punya mimpi yang tak sengaja terucap dan ijibah oleh Allah SWT. hidupnya yang penuh perjuangan dan menguras air mata tak lantas membuatnya menyerah atas mimpinya,ia terus berusaha menggapai mimpi tersebut. Hariyadi Prabowo, begitulah nama lengkap pemuda yang lahir di Blora 24 tahun silam. Menamatkan pendidikan sarjana strata satu-nya di IKIP PGRI Bojonegoro pada tahun 2018. Berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah tidak menyurutkan niatnya untuk memperoleh pendidikan setinggi yang ia mampu. Memanfaatkan masa libur semester untuk mencari uang demi terus bisa berkuliahpun ia jalani. Bahkan saat libur semester 2,ia pernah ke Jakarta merantau mencari pekerjaan,dan ia dapatkan yakni menjadi kuli bangunan. Apakah hal tersebut membuatnya malu? Saya rasa tidak, karena sejak awal memasuki bangku kuliah hingga tuntas ia selalu menjadi bintang kelas,beberapa kali terpilih mewakili kam...

Sebuah Refleksi Pemilu dari Tataran Keluarga

Lingkungan keluarga merupakan komponen utama sebagai tempat menanamkan nilai dan norma pertama guna menciptakan generasi yang cerdas dan berwawasan luas. Nilai-nilai yang diajarkan orang tua ke anaknya bisa berupa nilai social, tingkah laku, berpendapat baik secara lisan maupun tulisan serta upaya memberikan kesadaran untuk mengikuti pemilu (pemilihan umum). Pemilihan umum merupakan salah satu bentuk partisipasi politik sebagai perwujudan dan kedaulatan rakyat, karena pada saat pemilu itulah, rakyat menjadi pihak yang paling menentukan bagi proses politik disuatu wilayah dengan suara secara langsung. Setiap warga Negara yang telah memenuhi persyaratan wajib untuk mengikuti pemilu di Indonesia. Keikutsertaan dalam aktivitas keluarga ialah bahwa meskipun tidak didukung oleh hukuman resmi yang biasanya mendukung banyak kewajiban lainya tetapi semua orang tetap mengambil bagian. Keluarga merupakan dasar pembantu utama struktur social yang lebih luas, dengan pengertian bahwa lembaga-lemb...

Menulis itu ya menulis saja

kamu takut menulis?? iya,aku juga begitu. takut tulisanku cuma omong kosong,takut tulisanku tak dibaca orang dan takut tulisaku itu tak pantas untuk sekedar dituliskan. semua itu wajar,bahkan sampai hari ini pun saya masih merasa demikian. Tapi mungkin bedanya sekarang saya lebih terbuka dan menghargai setiap apa yang saya tuliskan. Mungkin bagi orang lain apa yang saya tuliskan tak berarti,bahkan bisa dibilang sampah,terselah lah ya. Kalau kamu ingin menulis ya tulis saja. Jika tujuanmu hanya sekedar untuk menulis, merangkai huruf menjadi kata dan membariskan kata menjadi kalimat,paragraf dan seterusnya,maka tulis saja. Saya percaya ketika ada yang bilang setiap tulisan akan menemukan pembacanya. Setiap orang punya seleranya sendiri,apa yang baik menurut saya belum tentu baik pula untuk orang lain. jadi apa yang perlu ditakutkan,menulis saja apa yang kam ingi tuliskan. Bingung tema apa yang harus dituliskan? tulis saja kegiatan keseharianmu, apa saja yang kamu lakukan dalam s...

Bahagia itu,kita yang rasa!

Setiap orang memiliki takdirnya masing-masing. kalian percaya nggak sih dengan yang demikian itu?semua itu nyata adanya ketika kita mau menelaah,mengevaluasi dan mengakuinya. kenapa ada pilihan kata mengakui didalamnya,karena memang tak jarang dari kita mengetahui namun tak lantas mau mengakuinya. apa sih yang dimaksud disini dengan memiliki takdir masing-masing? kalian boleh mengartikan sebagai jalan hidup yang berbeda untuk tiap orang. Kadang kita menganggap hidup orang lain lebih bahagia dari kehidupan kita. Seperti pepatah yang bilang rumput tetangga selalu tampak lebih hijau dibanding rumput sendiri. Pepatah itu menggambarkan bahwa manusia senantiasa menggunakan orang lain sebagai indikator pengukuran kebahagiaan. ketika dirinya tertimpa masalah misalnya,ia akam melihat orang lain yang tak memiliki masalah yang sama dan menganggap dirinya sebagai orang yang paling tidak beruntung di dunia. Ada yang menganggap dirinya begitu terluka saat sudah sampai di usia 30an namun tak...

MEMBACA TAK SEKEDAR MENGEJA KATA

    Tridharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari penelitian, pengajaran dan Pengabdian Masyarakat merupakan satu paket yang wajib dilaksanakan oleh sivitas akademika dalam lingkup Perguruan Tinggi, Baik itu oleh mahasiswa ataupun Dosen. Jika mahasiswa memiliki program khusus yang dituangkan dalam bentuk matakuliah Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang pelaksanaanya berada dalam sebuah desa. Kegiatan yang dimaksudkan sebagai upaya proses learning together yakni belajar bersama dalam suatu komunitas masyarakat, dimana mahasiswa ditempa dan dituntut untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkanya di bangku kuliah.      Maka tak beda jauh, dosen atau tenaga pendidikpun dituntut untuk tidak hanya melakukan pembelajaran dikelas, mereka juga harus mampu belajar dalam lingkup lebih luas yaitu masyarakat. Jika kegiatan mahasiswa disebut sebagai KKM, maka dosen memiliki kegiatan serupa yang dinamakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Selain sebagai sebuah upaya mengapl...

Yang Paling Dekat Dengan kita (3)

 Anak penjual lontong memutuskan menelepon pak mantri untuk memastikan kondisi penjual lontong,karena semakin lama kondisinya tak kunjung membaik,seluruh badanya dingin,dan mulai menggigil. beliau terus memegang kepala dan kesakitan.    Pak mantri tak mengatakan apapun tentang kondisi penjual lontong,ia hanya mengisyaratkan agar penjual lontong segera mendapatkan perawatan medis dirumah sakit. segera setelah mendapatkan instruksi dari pak mantri sang anak mencari kendaraan dari tetangga untuk membawa ibunya kerumah sakit. di desa memang tidak ada kendaraan yang di sediakan khusus di pustu ataupun polindes,maklum saja desa tak mampu menyediakan transportasi dengan beban perawatanya tiap bulan. untung saja jiwa gotong royong antar warga didesa masih terpelihara dengan baik,sehingga tidak sulit mencari bantuan transportasi ketika ada yang membutuhkan.   Saat dibawa menuju rumahsakit kondisi sang ibu mulai menurun,ia tak lagi sadar. hal ini membuat sang anak kia...

Yang Paling Dekat dengan Kita (2)

Sesaat setelah muntah ibu penjual lontong itu kembali mencoba berdiri untuk pulang,dan belum juga menegagakkan kedua kakinya beliau ambruk.tapi langsung ditangkap lagi oleh ibu penjual tempe. beliau hampir tak sadarkan diri,sebelum akhirnya para penjual lain berkumpul dan berusaha memberikan pertolongan semampu mereka. suasana mulai gaduh,orang-orang berlarian. semua berusaha meraba apa yang pertama harus dilakukan,karena memang tak ada yang punya kemampuan untuk melakukan pertolongan medis sesuai prosedur,maka hanya pengalamanlah yang menjadi andalan. ribut orang2 mulai beradu ide,ada yang menyuruh untuk memberikan  minyak kayu puti,memberikan minum air gula,hingga membaringkanya di salah satu toko disana. usaha pertama dengan memberikan minyak angin berhasil setidaknya beliau mulai sadarkan diri dan bisa berkomunikasi dg orang lain. usaha yang kedua adalah belia diberikan minum air gula,mungkin karena ada yang berpikir bahwa beliau kurang darah atau mungkin masuk an...

Yang Paling Dekat Dengan Kita

Dari Imam syafi'i pernah menyampaikan "yang paling jauh dari kita adalah masalalu yang paling dekat dengan kita adalah kematian" Seperti pagi ini,kabar duka datang dari kampung tetangga. seorang wanita sekira umur 70 th telah berpulang,beliau yang setiap harinya menjajakan lontong sambal di pasar kini telah pergi. pagi itu semua berjalan baik-baik saja. suasana pasar yang dimulai sedari subuh dan kian meramai ketika matahari mulai muncul dari ufuk timur.  pasar ini merupakan pasar "krempyeng" yang buka hanya sampai pukul 9 pagi saja. meski tergolong pasar desa yang kecil,namun tidak sulit menemukan apa yang anda cari. ada ragam makanan hingga peralatan rumah tangga dijual disini. semua panjual mulai menata daganganya sedari pagi,lalu lalang pembelipun kian memadati area pasar yang tak begitu luas ini. bagaimana tidak,luas pasar ini hanya sepanjang mata memandang. ada yang berdiri di ujung barat akan bisa melihat ujung timurnya ketika lengang. pagi...

Dibawah Rerata

Rasanya seperti sudah diambang batas,tak sanggup lagi melanjutkan perjuangan ngODOP ini,semua terasa berat,memilukan...namun sungguh hati ini terasa berat melepasnya. ODOP adalah pilihan yang harus saya pertanggung jawabkan dengan segenap tenaga. tenaga yang terkuras,dan dengan segala kelemahan dalam merangkai hutuf menjadi kata yang berharap terus melaju menjadi barisan kalimat. kadang ada banyak ide yang terlintas untuk dituliskan. mungkin seperti ini,menemukan judul yang menarik dan berharap semua lancar dalam suasana pengetikan syahdu tanpa satu aral apapun. tapi bukankah manusia selalu punya daya yang melemah dan kadang melambat dan berhenti. sesak sekali rasanya tak bisa menulis,tak punya ide dan tak punya keberanian untuk mengetik. kadang sesekali memberanikan diri untuk mengklik tautan yang ada di shar link ODOP batch 7. tapi lebih sering tak berani karena takut,takut melihat realita bahwa saya tak bisa sebaik mereka.  Tiap yang saya tuliskan selalu tak berarah s...

Tukar Rejeki,boleh?

kalau ada yang memberikan pertanyaan pada anda,boleh kah rejeki kita ditukar? mumgkin anda akan berpikir sejenak,mengingat,menimbang dan memutuskan apakah anda akan untung atau rugi jika bisa bertukar rejeki dengan orang disebelah anda.  sayangnya rejeki gak bisa tertukar ya.. karena semua sudah tertakar gak bisa ditambahkan apalagi dikurangi. sebenarnya kalau mau dipikir lebih dalam,ya bisa dibilang semacam muhasabah diri,rejeki itu bukan tentang sebanyak apa,tapi tentang seberapa kita mampu melihatnya. ada yang diberikan rejeki beruba hujan,kemudian mengeluh karena *basah* kehujanan,sementara ditempat lain sampai harus melakukan ragam ritual untuk meminta hujan. ada lagi yang pada hari ini dapat rejeki sekantong *plastik* sayur bayam,namun masih menggerutu karena pengenya dapat gule. namun tanpa disadari masih banyak saudara sebangsa,yang merintih merasakan kelaparan berhari-hari. ada juga yang terus mengeluh ketika terjebak dalam *kemacetan* berjam-jam di...

Sebuah Titik Balik

Siang ini sambil menunggu jeda pergantian jam untuk mengawas Ujian Tengah Semester, saya biasanya mengobrol bersama kawan-kawan di ruang dosen. Namun siang ini rasanya letih dan lapar, meskipun ini memang sedang berpuasa, tapi sepertinya kemarin dengan siang yang sama namun tak selapar hari ini. Untuk sekedar menghilangkan penat saya buka-buka internet, berselancar di youtube untuk mencari channel ya setidaknya menghibur diri yang dirundung lapar. Ketika asyik scrooling tetiba sampai pada sebuah channel yang judulnya “kaya tanpa harta”. Sepertinya saya sudah pernah melihat cuplikan episode ini, tapi tak ada salahnya lah mengulang kembali menonton kisah ini, biasanya saya tidak pernah suka mengulang atau memutar kembali video yang sudah saya tonton. Saya bukan tipe orang yang sangat suka pada satu tayangan sehingga suka juga memutarnya kembali. Jika saya sudah mengetahui ceritanya itu sudah cukup bagi saya, tapi entahlah siang ini saya ingin memutar kembali tayangan itu. Jadi cuplikan...

Mengajar Itu Berbagi Hati

Mengajar Itu Berbagi Hati Adakah yang saat ini berprofesi sebagai guru? Atau sedang kuliah di jurusan keguruan? Masih ada gak ya yang mau jadi guru? Mengingat gaji guru yang jauh dibawah kata layak jika bukan termasuk pegawai negeri sipil. Ah memang menjadi guru itu butuh kebesaran hati, keikhlasan yang tinggi. Bagi mereka yang masih menghitung untung rugi maka profesi guru pasti tak cocok dan nggak whort it. Bagaimana tidak, selain disibukkan dengan kompetensi profesional dimana guru harus menguasai bidang yang diajarkan maka mereka juga harus bisa sigap melengkapi administrasi yang semakin lama semakin banyak. Ohh bapak dan ibu guru sepertinya waktu 24 jam tak pernah cukup, perlu ada waktu tambahan untuk bisa mendapatkan gelar “profesional”. Ah jadi guru mah yang penting bisa ngajar, nyampaikan materi, membuat perangkat toh semua bisa downlod, apalagi yang dikeluhkan? Pasti yang beranggapan demikian belum pernah ya merasakan jadi guru. Hehe… Oke, mari kita ulas satu persatu...
TRuST" trust atau kepercayaan merupakan sebuah kata sederhana namun sangat sulit untuk didapatkan. kenapa demikian,karena memang tidang sembarang orang bisa mendapatkan kepercayaan ataupun juga memberikan kepercayaan pada orang lain.  kepercayaan seringkali berkaitan dengan amanah yang dititipkan perseorangan pada perseorangan lainya ataupun pada lembaga. amanah tersebut bisa berupa barang,jabatan,ataupun suatu kebijakan. membangun kepercayaan itu swbenarnya mudah,karena pada dasarnya setiap orang memiliki kepercayaan pada orang lain. namun kadang beberapa prang menyalahgunakan kepercayaan yang sudah diberikan,dan hal ini berimbas pada kekecewaaan. nah rasa kecewa ini lah yang akhirnya menimbulkan sikap skeptis,dan cenderung ber negatif thingking pada orang lain. jika kepercayaan iti dihianati sekali saja maka pasti akan sulit untuk kembali menaruh kepercayaan itu lagi. barangkali ada yang pernah dengar "saya maafkan,tapi tidak saya lupakan" jika untuk s...
kalau ada yang memberikan pertanyaan pada anda,boleh kah rejeki kita ditukar? mumgkin anda akan berpikir sejenak,mengingat,menimbang dan memutuskan apakah anda akan untung atau rugi jika bisa bertukar rejeki dengan orang disebelah anda.  sayangnya rejeki gak bisa tertukar ya.. karena semua sudah tertakar gak bisa ditambahkan apalagi dikurangi. sebenarnya kalau mau dipikir lebih dalam,ya bisa dibilang semacam muhasabah diri,rejeki itu bukan tentang sebanyak apa,tapi tentang seberapa kita mampu melihatnya. ada yang diberikan rejeki beruba hujan,kemudian mengeluh karena *basah* kehujanan,sementara ditempat lain sampai harus melakukan ragam ritual untuk meminta hujan. ada lagi yang pada hari ini dapat rejeki sekantong *plastik* sayur bayam,namun masih menggerutu karena pengenya dapat gule. namun tanpa disadari masih banyak saudara sebangsa,yang merintih merasakan kelaparan berhari-hari. ada juga yang terus mengeluh ketika terjebak dalam *kemacetan* berjam-jam di...
Ahad Pagi adakah yang pernah dengar istilah ahad pagi? kenapa saya sebut sebagai istilah. iya karena,ahad pagi dalam arti sebenarnya adalah pagi hari ahad atau hari minggu pagi. namun dalam konteks lain,ahad pagi dimaknai sebagai sebuah agenda rutin yang khusus dilaksanakan pagi hari ahad pagi. di beberapa daerah yang saya ketahui utamanya di daerah cepu,jawa tengah orang menjabarkan kegiatan ahad pagi sebagai sebuah kegiatan ngaji bareng atau mendengarkan kajian islam di majelis atau masjid. mungkin di daerah lain bisa diartikan berbeda,namun sekali lagi disini saya menjabarkan sesuai kebiasaan yang ada di lingkungan tempat tinggal saya. sebenarnya ada banyak kajian yang dilaksanakan selain hari ahad, ada yang diadakan tiap hari jumat,ada yang tiap sebulan sekali. namun yang paling populer adalah ahad pagi,karena hari ahad adalah hari libur dan momentum yang baik untuk belajar bersama.  dan kebetulan hari ini adalah hari ahad,jadwalnya untuk ber ahad pagi. sedari pukul ...

Selamat jalan Prof. Dr. Ing Bacharuddin Jusuf Habibie

Sore ini mendapat kabar duka, sang presiden ke-3 Republik Indonesia tutup usia. Beliau adalah Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang biasa disapa B.J. Habibie. Beliau yang sepintas kita perkenalkan kepada anak-anak sebagai sosok genius, salah satu putra terbaik Indonesia yang kemampuanya diakui dunia, bagaimana tidak beliau diakui di kancah internasional sebagai seorang yang pandai dibidangnya. Beliau juga pernah membuat pesawat meski akhirnya tidak diproduksi lagi. Kiprahnya di panggung politikpun mulai diperhitungkan, ketika sang funding Father Presiden kedua RI bapak Soeharto menunjuk beliau sebagai penggantinya, menjadi Presiden ketiga Republik Indonesia. Diluar semua kontroversi mengenai kepemimpinan beliau yang sangat pendek yakni hanya 2 tahun, beliau tetap menjadi sosok yang dikagumi dan mulai diperhitungkan di Indonesia. Di kalimat terakir saya katakan bahwa beliau mulai diperhitungkan, karena tipikal orang indonesia memang cenderung labil. Mereka yang ada dibalik layar dan tid...

Hidup itu hanya soal hati

Gambar
hari ini aku lalui dengan biasa saja,tak ada hal berbeda mulai dari bangun hingga sore ini,kadang sering ku berpikir apa hidup memang seperti ini ya,hanya sebatas menjalani rutinitas untuk memberlalui waktu. berada di lingkungan yang sama,bekerja dg orang yang sama disetiap harinya yang kadang berbeda mungkin hanya jumlah pekerjaan yang bertambah yang seringkali buat pusing kepala saat deadlinenya tiba,tapi selebihnya biasa saja semua beban terasa menghilang dan rasanyapun kian memudar seiring waktu yang terus melaju. fase kehidupan setiap orang berbeda,begitu yang sering saya dengar baik dari mereka yang sudah pantas berwejangan karena faktor usia,ataupun karena gelar yang disandangnya,enterprenuer. mereka benar dengan segala asumsi,data bahkan penelitian kecenderungan yang mereka buat ataupun kutip. namun bagiku,hidup itu ya tergantung bagaimana kamu melihatnya. sisi mana yang lebih dominan mengikat perasaanmu,dan sejauh mana ia membekas dalam memorimu. pengalaman terjatuh d...

Polah tingkahmu

Gambar
hai kamu,yang selalu membuatku rindu ketika jauh,kamu selalu membuatku ingin pulang meski kadang sering kesal,namun kamu yang selalu aku rindukan... salam rindu untuk anakku.. hehe...terkesan lebay ya,padahal baru juga gak ketemu selama 6 jam,duhh....anakku memang selalu membawa separuh jiwaku dalam dirinya,membuatku tak jenak berlama-lama terpisah. meski kadang saat bersamanya selalu ada hal yang membuat jengkel,tapi saat dia bilang "aku sayang ibu" luluh lantahlah seluruh amarah,membaur menjadi cinta tak berhingga. terimakasih sayang untuk cinta tulusmu.