Hidup itu hanya soal hati
hari ini aku lalui dengan biasa saja,tak ada hal berbeda mulai dari bangun hingga sore ini,kadang sering ku berpikir apa hidup memang seperti ini ya,hanya sebatas menjalani rutinitas untuk memberlalui waktu. berada di lingkungan yang sama,bekerja dg orang yang sama disetiap harinya yang kadang berbeda mungkin hanya jumlah pekerjaan yang bertambah yang seringkali buat pusing kepala saat deadlinenya tiba,tapi selebihnya biasa saja semua beban terasa menghilang dan rasanyapun kian memudar seiring waktu yang terus melaju.
fase kehidupan setiap orang berbeda,begitu yang sering saya dengar baik dari mereka yang sudah pantas berwejangan karena faktor usia,ataupun karena gelar yang disandangnya,enterprenuer. mereka benar dengan segala asumsi,data bahkan penelitian kecenderungan yang mereka buat ataupun kutip. namun bagiku,hidup itu ya tergantung bagaimana kamu melihatnya. sisi mana yang lebih dominan mengikat perasaanmu,dan sejauh mana ia membekas dalam memorimu.
pengalaman terjatuh dari tangga bisa dianggap biasa bagi sebagian mereka yang kemudian bangkit lalu menapaki tangga itu kembali. namun bagi sebagian lainya,kenagan jatuj dari tangga bisa jadi memori tak terlupakan dan berubah jadi kengerian saat menapakinya kembali,bagi mereka yang tak lagi mampu mengayunkan kakinya lagi. iya,semua tentang bagaimana anda melihat dan memaknai setiap momentum perjalanan yang anda hadapi.
kita bisa terus mengumpat atas beban yang kian menghimpit, atas doa yang tak kunjung terkabul,atau atas pinta yang tak pernah kita terima. namun,pernahkah kita kembali menelanjangi diri tentang semua harap yang kita ucap,tentang semua doa yang kita panjat. apakah semua itu pantaa untuk kita dapatkan atau setidaknya muncul pertanyaan kalau semua yang kita inginkan tak terpenuhi kemudian kita menjadi hina di hadapanya?atau semua yang kita minta hanya karena nafsu ingin tampil jumawa dihadapan makhluk lainya?. menampakkan dirj bahwa kutalah yang tersayang segala rapalan doa diijabah,semua pinta diterima dan semua harap terjawab.
kita bahkan kadang tak menyadari bahwa cobaan ataupun hukuman itu tak lantas hanya berupa siksa,berupa kesakitan dan semua yang serupa penderitaan. semua itu hanya cobaan yang bisa dilihat oleh pandangan terbatas mata manusia,yang terlihat hanya dipermukaan saja. karena sesungguhnya cobaan terbesar bagi manusia adalah cobaan hati. peenahkah anda dengar istilah,ada satu bagian dari manusia yang jika ia baik maka akan baik seluruhnya,namun jika ia jahat maka jahatlah manusia itu. segumpal daging itu adalah hati.
hati yang senantiasa berprasangka,hati yang tak pernah bersyukur atas segala nikmat yang diperoleh tanpa harus diminta. jati uang selalu ingin menguasai apa yang bukan menjadi miliknya dan hati yang tak ingin berhenti mengeluh atas jalan hidupnya. semoga kita mampu terus menjaga hati,selalu punya 1000 syukur dari 1 alasan untuk mengeluh. semoga kita digolongkan atas manusia yang memiliki hati yang tak hanya menjadi penanda kehidupan namun hati yang terus mengasihi dan berbagi. semoga.

Kak aku usul, warna teks yang hijaunya bisa digenti ke yg lebih muncul ? hehe, gak keliatan
BalasHapusterimakasih saranya...maaf masih baru banget di nunia blog..hehe
BalasHapus