Dibawah Rerata
Rasanya seperti sudah diambang batas,tak sanggup lagi melanjutkan perjuangan ngODOP ini,semua terasa berat,memilukan...namun sungguh hati ini terasa berat melepasnya. ODOP adalah pilihan yang harus saya pertanggung jawabkan dengan segenap tenaga. tenaga yang terkuras,dan dengan segala kelemahan dalam merangkai hutuf menjadi kata yang berharap terus melaju menjadi barisan kalimat.
kadang ada banyak ide yang terlintas untuk dituliskan. mungkin seperti ini,menemukan judul yang menarik dan berharap semua lancar dalam suasana pengetikan syahdu tanpa satu aral apapun. tapi bukankah manusia selalu punya daya yang melemah dan kadang melambat dan berhenti.
sesak sekali rasanya tak bisa menulis,tak punya ide dan tak punya keberanian untuk mengetik. kadang sesekali memberanikan diri untuk mengklik tautan yang ada di shar link ODOP batch 7. tapi lebih sering tak berani karena takut,takut melihat realita bahwa saya tak bisa sebaik mereka.
Tiap yang saya tuliskan selalu tak berarah sepertihanya bualan saja,melihat para ODOPers yang lain punya tulisan yang tidak hanya bagus,tp juga berkualitas. mereka yang menulis cerpen,puisi bahkan info seputar tempat-tempat yang ada di suatu daerah begitu mengagumkan.
apalah saya yang cuma remah-remah ini,yang tiap kali menulis dalam ODOP ini hanya terbatas memenuhi kewajiban. bermalas malasan dalam menulis,selalu mengitung sudahkah memenuhi 5 paragraf seperti yang disyaratkan? jika sudah cukup maka cukup pula saya menulis,dan semua berhenti.dan terus berlanjut seperti saat ini.
Komentar
Posting Komentar