kalau ada yang memberikan pertanyaan pada anda,boleh kah rejeki kita ditukar? mumgkin anda akan berpikir sejenak,mengingat,menimbang dan memutuskan apakah anda akan untung atau rugi jika bisa bertukar rejeki dengan orang disebelah anda.
sayangnya rejeki gak bisa tertukar ya.. karena semua sudah tertakar gak bisa ditambahkan apalagi dikurangi. sebenarnya kalau mau dipikir lebih dalam,ya bisa dibilang semacam muhasabah diri,rejeki itu bukan tentang sebanyak apa,tapi tentang seberapa kita mampu melihatnya. ada yang diberikan rejeki beruba hujan,kemudian mengeluh karena *basah* kehujanan,sementara ditempat lain sampai harus melakukan ragam ritual untuk meminta hujan.
ada lagi yang pada hari ini dapat rejeki sekantong *plastik* sayur bayam,namun masih menggerutu karena pengenya dapat gule. namun tanpa disadari masih banyak saudara sebangsa,yang merintih merasakan kelaparan berhari-hari. ada juga yang terus mengeluh ketika terjebak dalam *kemacetan* berjam-jam diperjalanan ketika hendak menuju kantor. tapi taukah anda bahwa diluar sana masih banyak yang mendambakan kemacetan itu dibanding harus menghadapi pahitnya jadi pengangguran.
Belum lagi yang sibuk mengumpat ketika mendapatkan cobaan dalam kehidupanya,sementara yang lain berharap ada diposisinya. nah,kalau demikian masih maukah anda bertukar rejeki? percayalah apa yang Tuhan berikan pada anda hari ini adalah memang yang paling tepat untuk anda. ketika anda diuji dengan harta yang berlimpah,serta merta juga Allah titipkan rasa takut akan kehilangan harta,namun yang perlu disadari adalah apa yang akan anda lakukan pada titipan itu.
Allah maha tahu apa yang terbaik untuk hambNya,kita cukup meyakininya saja. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia tidak baik bagimu,dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu,sesungguhnya Allahlah yang maha tahu sedang kamu tidak mengetahui. cukup jalankan peran sebagaimana Allah sudah mengaturnya dalam Alquran dan ikhlas atas semua yang terjadi. mari saling mengingatkan dalam kebaikan.
Komentar
Posting Komentar