Postingan

Mau Jadi Apa itu Pilihan

Pagi menjadi hari yang sama dengan hari-hari sebelumnya bagi carisa, dia tak lagi memperhatikan jam yang ada disudut kamarnya. Sepanjang malam ia tak bisa memejamkan matanya sekedar untuk melepaskan penatnya. Semua masih seperti kemarin, tas punggung yang selalu dia kenakan dengan penuh sukacita kini hanya tegeletak di kasur tidurnya. Pagi yang selalu dinantikanya kini tak lagi dihiraukanya, hari berganti hanya soal perputaran jam, tak lagi disambutnya. Bahkan suara ayam berkokok tak berbeda dengan detik jam ia dengar tak mampu membuatnya bangkit. “sa, ini sudah pagi nak, ayo bangun!!” Suara seorang wanita paruh baya terdengar pelan membangunkan karisa seraya mengetuk pintu. Ia kembali membangunkan putri kesayanganya dengan suara lumayan keras dan terdengar cemas dengan nada sedikit memaksa. Lamunan Carisa mulai berhamburan seketika saat suara pintu didobrak namun tak berhasil terbuka. Mungkin karena pintu itu terbuat dari kayu jati asli Bojonegoro yang terkenal kuat dan mudah...

Kuliah untuk jadi pengangguran

Masa sih cape-cape kuliah malah jadi pengangguran ?? Sebenarnya sulit untuk masuk ke pikiran masyarakat yang masih tabu akan pentingnya ilmu itu. Jujur, saya kuliah bukan untuk mencari kerja tapi saya mencari ilmu. Jika saya kuliah untuk mencari kerja, “BODOH” itu namanya. BODOH ?? ya. Saya bilang betapa bodohnya diri saya. Jika anda belum paham dengan tulisan saya, saya akan beri penjelasan mengenai orang bodoh vs orang pintar yang saya ambil dari “MARIO TEGUH”  : Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis… Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar. Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari pr...

Discovering Ability

Hari ini kuucapkan Alhamdulillah, ya allah! Tahun ini, aku mendapat karunia dengan masuknya anak yang luar biasa, yang membuatku tertantang menjadi agen of change bagi diri mereka dan dan diriku sendiri. Terimakasih ya allah! Tahun ini, aku belajar dari siswaku yang tidak bisa diam, aku belajar dari siswaku yang sulit memahami materi, aku belajar dari siswaku yang nakal, yang setiap hari terus menggodaku. Aku benar-benar bersyukur ya allah, engkau hadirkan mereka untukku. Bagiku, mereka adalah rezeki. Bagaimana tidak, ilmuku bisa bertambah karena kehadiran mereka.  Kesabaranku bisa berlipat-lipat karena kehadiran mereka. Dan yang paling kunikmati adalah ketika mereka tersenyum dan membisikkan sebuah kalimat di telingaku “ guru, ternyata aku bisa…” bagaimana aku tidak berterima kasih ya Allah, jika kenikmatan hati ini terus-menerus muncul dari hari ke hari di kelasku. Ya..Allah berikan kekuatan kepadaku untuk terus berjuang menjadikan mereka insan-insan yang kelak akan punya ...

Sejarah Sekolah (2)

Maka sejak saat itulah telah beralih sebagian dari fungsi scola matterna (pengasuhan ibu sampai usia tertentu) yang merupakan proses dan lembaga sosialisasi tertua umat manusia, menjadi scola in loco parentis (lembaga pengasuhan anak pada waktu senggang di luar rumah, sebagai pengganti ayah dan ibu). Itulah pula sebab mengapa lembaga pengasuhan ini kemudian biasa juga disebut   ‘ibu asuh’ atau ‘ibu yang memberikan ilmu (alma mater). Waktu terus berlalu. Para orangtua makin terbiasa saja memercayakan pengasuhan putra-putri mereka kepada orang-orang atau lembaga-lembaga pengasuh pengganti mereka di luar rumah tersebut, dalam jangka waktu yang semakin lama dan dengan pola yang semakin teratur pula. Karena makin banyak anak yang harus diasuh, maka mulai pula diperlukan lebih banyak pengasuh yang bersedia meluangkan waktunya secara khusus untuk mengasuh anak-anak disuatu tempat tertentu yang telah disediakan, dengan peraturan yang lebih tertib, dan deangan imbalan jasa berupa upah...

Sejarah Sekolah

Mendengar kata ‘sekolah’ pada umumnya seseorang akan membayangkan suatu tempat dimana orang-orang akan melewatkan sebagian dari masa hidupnya untuk belajar dan mengkaji sesuatu. Kata itu umumnya memang diacukan pada suatu system, suatu lembaga, suatu organisasi besar dengan segenap kelengkapan perangkatnya: sejumlah orang yang belajar dan atau mengajar, sekawanan bangunan gedung, secakupan peralatan, serangkaian kegiatan terjadwal, selingkupan peraturan, dan sebagainya. Padahal dalam Bahasa aslinya, yakni kata skhole, scola,scolae atau schola (latin), kata itu secara harfiah berarti ‘waktu luang’ atau ‘waktu senggang’. Alkisah, orang yunani tempo dulu biasanya mengisi waktu luang mereka dengan cara mengnjungi suatu tempat atau seseorang pandai tertentu untuk menanyakan dan mempelajari hal-ikhwal yang mereka rasakan memang perlu dan butuh untuk mereka ketahui. Mereka menyebut kegiatan itu dengan kata istilah skhole, scola, scolae atau schola. Keempatnya punya ari sama: “wa...

Cahaya hati

Cahaya satu adalah satu titik yang berlabuh pada hati. berupa makna-makna nama atau sifat Allah. Ia hadir memberikan bimbingan pada ruhani. Hingga denganya, hamba menyaksikan yang haq dan yang batil dengan pandangan yang jelas. Hati memiliki hakikat pemahaman sedangkan siir,lebih dalam lagi. ia memiliki hakikat penyaksian. siir lebih kuat dan berkesan daripada hati. keduanya, hati atau siir adalah nama bagi ruh. Ruh memiliki banyak istilah atau penyebutan. Apabila ruh tergelapkan oleh maksiat,dosa,syahwat, aib, maka ia bernama nafsu. Apabila ruh berada dalam pemahaman terhadap kebenaran dan kebatilan, maka kita menyebutnya akal. Apabila ia berada dalam kondisi berubah-ubah antara lalai dan hadir kepada Allah kita menyebutnya qolbu.  Apabila ia tenang, tenteram, dan istirahat dari segala permainan dunia, kita menyebutnya sebagai ruh. Apabila ia menjadi sifat yang melekat, terang, memenuhi jiwa, kita menyebutnya siir. Dihadapanya tergambar rahasia dari rahasia Allah. Dalam k...

Let's Fight

Gak boleh nyerah,tinggal selangkah lagi. ayo kita selesaikan tantangan ini dengan baik. meski dengan tertatih mesku dengan segala aktivitas yang tak ada habisnya. kita sudah hampir sampai difinis,ini harus diperjuangkan dengan segala daya upaya,dengan semua sisa tenaga. Nggak kamu nggak boleh seperti ini,kamu yang sudah memulai maka kamu bertanggung jawab pula untuk mwnyelesaikanya. Kamu yang sudah memilih,maka perjuangkan pilihanmu.  Memasuki gerbang akhir ODOP begitu luar biasa tantanganya. Rasa malas mulai datang,tak kenal waktu. Meredakan semua semangat, memudarkan semua asa ketika hendak memulai menuliskan kata. Sungguh rasa ini menyiksa diri ketika teringat tentang konsekuensi yang harus ditanggung. Tentang perjuangan yang harus berakhir ketika tak mampu mempertahankan semangat dan meredamkan ego. Hati kuatlah,ini sudah akan berakhir sebentar lagi. Semua yang baik memang tak mudah,semua yang membahagiakan selalu dibarengi dengan kesedihan. Ayo bertahan. Hampir d...