Mau Jadi Apa itu Pilihan
Pagi menjadi hari yang sama dengan hari-hari sebelumnya bagi carisa, dia tak lagi memperhatikan jam yang ada disudut kamarnya. Sepanjang malam ia tak bisa memejamkan matanya sekedar untuk melepaskan penatnya. Semua masih seperti kemarin, tas punggung yang selalu dia kenakan dengan penuh sukacita kini hanya tegeletak di kasur tidurnya. Pagi yang selalu dinantikanya kini tak lagi dihiraukanya, hari berganti hanya soal perputaran jam, tak lagi disambutnya. Bahkan suara ayam berkokok tak berbeda dengan detik jam ia dengar tak mampu membuatnya bangkit. “sa, ini sudah pagi nak, ayo bangun!!” Suara seorang wanita paruh baya terdengar pelan membangunkan karisa seraya mengetuk pintu. Ia kembali membangunkan putri kesayanganya dengan suara lumayan keras dan terdengar cemas dengan nada sedikit memaksa. Lamunan Carisa mulai berhamburan seketika saat suara pintu didobrak namun tak berhasil terbuka. Mungkin karena pintu itu terbuat dari kayu jati asli Bojonegoro yang terkenal kuat dan mudah...