Discovering Ability


Hari ini kuucapkan Alhamdulillah, ya allah! Tahun ini, aku mendapat karunia dengan masuknya anak yang luar biasa, yang membuatku tertantang menjadi agen of change bagi diri mereka dan dan diriku sendiri. Terimakasih ya allah! Tahun ini, aku belajar dari siswaku yang tidak bisa diam, aku belajar dari siswaku yang sulit memahami materi, aku belajar dari siswaku yang nakal, yang setiap hari terus menggodaku. Aku benar-benar bersyukur ya allah, engkau hadirkan mereka untukku. Bagiku, mereka adalah rezeki. Bagaimana tidak, ilmuku bisa bertambah karena kehadiran mereka. 

Kesabaranku bisa berlipat-lipat karena kehadiran mereka. Dan yang paling kunikmati adalah ketika mereka tersenyum dan membisikkan sebuah kalimat di telingaku “ guru, ternyata aku bisa…” bagaimana aku tidak berterima kasih ya Allah, jika kenikmatan hati ini terus-menerus muncul dari hari ke hari di kelasku. Ya..Allah berikan kekuatan kepadaku untuk terus berjuang menjadikan mereka insan-insan yang kelak akan punya manfaat, bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan agamanya.

Beginilah seharusnya pendidik bersikap. Melihat kecerdasan dalam dimensi yang luas. Menyelami karakter peserta didiknya tanpa menjustifikasi kemampuan peserta didik yang kemudian menilainya berdasar satu kriteria saja. Kecerdasan itu luas, seluas samudra. Ia tidak bisa serta merta muncul namun harus dicari dan digali. Mengutip dari buku karya munif chatib yang berjudul "gurunya manusia" menuliskan bahwa mengajar adalah proses discovering ability dimana guru bertanggung jawab memahami peserta didiknya secara menyeluruh tidak hanya dari dimensi kognitif saja. Namun bisa dari dimensi afektif dan psikomotoriknya juga.

Lebih luas lagi sebagai pendidik yang dituntut untuk memiliki 4 kompetensi sebagai tenaga pendidik yakni, kompetensi profesional dimana guru harus menguasai materi apa yang akan diajarkan, metode apa yang akan digunakan, juga strategi apa yang akan dipilih dalam penyampaian pembelajaran.
Kompetensi lain yang harus dimiliki guru atau pendidik adalah kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial yang akan kita bahas ditulisan selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia itu,kita yang rasa!

MEMBACA TAK SEKEDAR MENGEJA KATA

Hidup itu hanya soal hati