Cahaya hati
Cahaya satu adalah satu titik yang berlabuh pada hati. berupa makna-makna nama atau sifat Allah. Ia hadir memberikan bimbingan pada ruhani. Hingga denganya, hamba menyaksikan yang haq dan yang batil dengan pandangan yang jelas. Hati memiliki hakikat pemahaman sedangkan siir,lebih dalam lagi. ia memiliki hakikat penyaksian. siir lebih kuat dan berkesan daripada hati. keduanya, hati atau siir adalah nama bagi ruh.
Ruh memiliki banyak istilah atau penyebutan. Apabila ruh tergelapkan oleh maksiat,dosa,syahwat, aib, maka ia bernama nafsu. Apabila ruh berada dalam pemahaman terhadap kebenaran dan kebatilan, maka kita menyebutnya akal. Apabila ia berada dalam kondisi berubah-ubah antara lalai dan hadir kepada Allah kita menyebutnya qolbu.
Apabila ia tenang, tenteram, dan istirahat dari segala permainan dunia, kita menyebutnya sebagai ruh. Apabila ia menjadi sifat yang melekat, terang, memenuhi jiwa, kita menyebutnya siir. Dihadapanya tergambar rahasia dari rahasia Allah. Dalam keadaan inilah iman terasa kelezatanya. Ia abai dan lepas dari kesusahan yang dialami oleh jasad.
Tenggelam dalam penyaksian terhadap kelembutan perbuatan sifat-sifat Allah. Nabi yusuf berkata mengenai pahit manis perjalanan hidup yang dialaminya yang justru ia melihatnya sebagai kelembutan Allah padanya. Apabila Allah berkehendak untuk menyampaikan seorang hamba pada keagungan hadiratNya.
Allah adalah pemilik cahaya. Sumber-sumber cahaya itu adalah ketaatan kepada Allah salah satunya adalah istiqomah dengan membaca dan merenungi Alqur'an. Cahaya itujuga diperolehdengan menjadi ahlul masjid. Mencintai masjid, Istiqomah salat berjamaah.
Komentar
Posting Komentar