Wisata Waduk Grobogan (WWG)

Tantangan pekan ke -6 ini adalah menulis feature tentang tempat wisata di Indonesia.

Hemm..... bagaimana mengawalinya ya, saya bukan tipe orang yang suka berekreasi ke tempat wisata. Apalagi semenjak punya suami dan anak serta pekerjaan yang menyita waktu hingga seharian, tak pernah lagi saya bepergian. Jadi, saya akan menceritakan tentang objek wisata di seitar tempat tinggal saya saja ya, disini juga merupakan tempat wisata kok, meskipun masih dalam skala lokal alias hanya wisatawan domestik yang datang berkunjung. 

Namanya wisata waduk grobogan, berlokasi di desa Bendo kecamatan kapas kabupaten Bojonegoro. Tempat wisata ini diresmikan oleh Bupati pada tahun 2014 lalu, sementara keberadaan waduk ini sendiri sudah ada sejak 2009. Waduk yang ada di desa Bendo ini merupakan salah satu program seribu embung yang dicanangkan oleh dinas pengairan Kabupaten Bojonegoro yang tujuanya adalah untuk digunakan sebagai pengairan pertanian sawah disekitaran waduk ini. 
Pada awal tahun 2012 kemudian muncul inisiatif dari para remaja karang taruna untuk memanfaatkan waduk yang ada didesanya sebagai tempat wisata. Hal ini disambut baik oleh pemerintah desa yang kemudian memfasilitasi pemuda yang ingin berkreasi menciptakan wahana wisata didesanya. Adanya objek wisata di desa-desa juga merupakan salah satu Rencana program Jangka Panjang Kabupaten Bojonegoro yang saat itu dipimpin oleh Bupati Suyoto, M.Si. Beliau dan dinas terkait mencanangkan satu produk unggulan untuk tiap desa di Kabupaten Bojonegoro, tak lain dan tak bukan tujuanya adalah agar perputaran uang tidak hanya ada di pusat kota, namun menggeliatkan ekonomi warga desa adalah dengan memaksimalkan potensi desanya.
Para pemuda yang ada di Desa Bendo kemudian melihat adanya peluang untuk mengelola embung yang ada di desanya menjadi kawasan wisata. Beberapa perbaikan kemudian dicanangkan mulai dari akses menuju lokasi wisata, membersihkan lokasi hingga membuat spot-spot menarik untuk berswafoto. Nah, khusus yang terakhir ini, para remaja karang taruna melihat peluang dengan banyaknya budaya swafoto dan berkembangnya media sosial merupakan sarana promosi paling efektif dan efisien. Maka dibuatlah beberapa spot selfie untuk penyuka foto, ada yang berupa tulisan-tulisan yang di pasang dibeberapa area. Kemudian adapula taman bunga keningkir yang sungguh indah ketika bunganya telah mekar. 

Belum lagi hamparan pohon jati yang menjajar disepanjang tepian waduk, menjadikan suasana adem dan sejuk hingga membuat betah para pelancong. Menggerakkan desa wisata tidak hanya soal pencapaian dari pemerintah desa, namun juga salah satu upaya meningkatkan perekonomian warga disekitar kawasan wisata. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan suatu daerah salah satu indikatornya adalah kemajuan ekonomi masyarakatnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia itu,kita yang rasa!

MEMBACA TAK SEKEDAR MENGEJA KATA

Hidup itu hanya soal hati