Tontonan dan tuntunan (2)

Tontonan upin dan ipin yang dianggap sebagian orang mungkin memberikan pengaruh yang kurang baik bagi anak-anak Indonesia karena mulai menggusut bajasa Indonesia. Mereka yang biasa melihat tontonan upin dan ipin kemudian mulai terbiasa dengan logat yang mereka anggap menarik. Mereka mulai mengikuti tutur bahasanya,menjadikan jargon yang ada di upin ipin menjadi kebiasaan mereka pula. Tak hanya mereka yang terbiasa dengan bahasa indonesia yang mulai berubah,anak-anak yang ada di desa yang biasanya menggunakan bahasa daerah saat berkomunikasi juga mulai beralih menggunakan bahasa Melayu. 

Kemudian bagian lain yang menjadi kegelisahan beberapa orang mungkin adalah soal entitas diri. Dimana ada episo upin dan ipin yang mengangkat tentang kisah warisan leluhur yakni wayang,yang kita tau bahwa di Indonesia juga ada wayang,yang merupakan warisan leluhur juga. Orang yang mulai gundah itu merasa bahwa anak-anak yang tak mengetahui bahwa wayang yang juga merupakan entitas bangsa indinesia akan memganggap bahwa malaysialah yang merupakan pemilik kesenian wayang.

Terlepas dari semua kekurangan itu,tetap saja ada kelebihan yang mampu disuguhkan oleh film yang diproduksi oleh let's Copaque ini. Lihat saja dalam beberapa dekade terakhir malaysia mampun membiat film anak yang menjadi primadona di tanah air,padahal sebelum ini film kartun jepang dan korea selalu mendominasi. Ini suatu prestasi besar yang mampu jadi motivasi bagi pegiat perfilm an tanah air. 

Film kartun lain yang juga merupakan produksi malaysia yang ditayangkan di Indonesia ada bobo boy,kemudian pada zaman dahulu. Tiga film ini juga kemudian sangat digemari oleh anak-anak indonesia,bahkan bobo boy menjadi salah satu cover iklan makanan anak dan populer di Indonesia. Hal positif yang bisa kita ambil tentunya adalah semakin banyaknya film kartun dimana tema yang diangkat adalah soal anak,maka akan banyak pula variasi pilihan film yang bisa dilihat anak. 

Melihat realita film anak yang kian membanjiri tanah air nyatanya mampu menggugah putra bangsa untuk ikut andil membangkitkan film kartun di indonesia atau setidaknya film dengan genre anak. Di awal 2005an ada bima,sang garuda yang merupakan film animasi besutan anak negeri. Lalu pada perkembangan selanjutnya ada dudung dan ninung,yang  saya lupa judulnya..hehe...lalu ada adit,sopo dan jarwo. Kemudian Riska dengan peliharaanya, dan entahlah saya yang kurang menikutinya.

Komentar

  1. Saye penyuka upin ipin kak heheh

    BalasHapus
  2. Saya juga suka upin &ipin kak..,tapi ini. sdh lama absen jadinya ngak tahu. perkembangannya

    BalasHapus
  3. * ) Mb ada typo Indinesia,(juga pakai huruf Kapital)
    * ) mb entitas itu apa?

    BalasHapus
  4. Dulu suka Upin Ipin, dengan cerita yang ringan dan berdasarkan aktivitas sehari-hari.

    BalasHapus
  5. Aku suka nonton upin ipin juga hehe

    BalasHapus
  6. Unyil jaman dulu merupakan tontonan yg aku suka

    BalasHapus
  7. Catatan buat film maker Indonesia untuk buat film anak yg bagus

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia itu,kita yang rasa!

MEMBACA TAK SEKEDAR MENGEJA KATA

Hidup itu hanya soal hati