Selamat pagi,Jumat!

Selamat pagi jumat,semoga harimu penuh keberkahan. Semoga usia yang kian menua tak membuat kita lupa bahwa jatah hidup kian berkurang,bahwa kematian selalu lebih dekat dari apapun,bahwa semua yang kiya punya akan berpulang padanya,dan bahwa setiap kehidupan akan selalu berakir dengan kematian.

Mati,memang suatu kata yang ditakuti banyak orang. Ada yang takut karena cerita dibaliknya,bahwa ada kesakitan luar biasa ketika ajal hendak menjemputnya. Semua orang tak ada yang tau batas usia,kapan kematian menjemputnya dan seberapa lama batas usianya. Tugas kita hanyalah bersiap,menyiapkan diri untuk sewaktu-waktu telah sampai batas itu. Tanpa kita sadari seringkali kita terbuai dengan nikmatnya dunia. kesenangan yang enggan kita tinggalkan,kebahagiaan yang pasang surut namun tak kuasa kita lepaskan. Meski kadang hidup menyajikan ujian yang berat,tapi tetap saja kematian jauh lebih menakutkan dari semua ujian.

Kebahagiaan tentu tak akan seterusnya. Ada saat dimana kebahagiaan itu diambil dari kita,menguji kita dengan sedikit luka bukan karena Allah tak sayang,tapi lebih untuk mengingatkan kita saat kita terlena. Kebahagiaan seringkali membuat kita jumawa,menganggap bahwa apa yang kita dapatkan adalah buah dari apa yang kita usahakan. Padahal tak ada amal yang bisa mengangkat derajat seseorang kecuali Allah trlah meridhoinya. Kebahagiaan yang sesaat,seringkali membuat kuta lupa bersyukur,lupa bahwa dalam setiap tawa ada kewajiban untuk tetap bermuhasabah. Mengingat kembali bahwa bahagia yang kita dapat adalah juga tugas kita untuk membagi kebahagiaan itu dengan orang lain.O

sebenarnya mendapat bahagia itu tergantung pada kita sendirj,dari mana kita melihat,memaknai,dan mensyukuri semua hal yang kita temui. Banyaklah bersyukur agar hidupmu bahagia bukan bahagia baru bersyukur karena sesungguhnya jika ada satu alasan untuk mengeluh,maka ada seribu alasan untuk bersyukur. Bukankah Allah memberikan tangan dan kaki tanpa kita minta,memberikan mata yang sehat tanpa kita minta. Semua itu sudah cukup untuk jadi alasan bersyukur. Jadi apa syukurmu hari ini?



Jika kebahagiaan tak abadi,maka begitu juga dengan kesedihan. Jika saat ini kamu bersedih,maka tetaplah tegar karena kesedihan pasti ada ujungnya,akan digantikan dengan kebahagiaan. Jadikan kesedihan sebagai muhasabah diri,membuatmu lebih kuat lebih dekat dengan sang pemberi kehidupan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia itu,kita yang rasa!

MEMBACA TAK SEKEDAR MENGEJA KATA

Hidup itu hanya soal hati