Belajar bagaimana belajar


Bagaimana kita belajar?
Alat utama untuk belajar itu adalah otak. Untuk mencapai high level of achievement atau meaning of life. Menurut Sabda PS yang merupakan founder Zenius Education ada tiga hal yang harus kita kuasai untuk mencapai keberhasilan tertinggi :

  1.   Fundamentals

Saat kita mulai belajar maka tools utama dalam belajar adalah otak. Kita dapat belajar banyak hal menggunakan otak. Otak merupakan perangkat hardware sekaligus software utama untuk belajar. Namun yang paling fundamental sesungguhnya adalah tentang bagaimana kita berpikir. Hal utama yang mempengaruhi kinerja otak adalah tentang mentalitas kita sendiri, bagaimana kita mempercayai pada diri kita sendiri. Apa yang ada dalam diri anda adalah kontroler dalam diri anda sendiri dan itu akan menentukan seberapa jauh anda berani melangkah. Mentalitas harus dibangun adalah percaya bahwa otak kita itu bisa diupgrade bisa diperbaiki, otak bersifat plastis dan tidak ada kata terlambat dalam belajar, yang harus kita ketahui adalah belajar tentang bagaimana kita belajar. Hidup itu hanya sekali, maka jangan menciptakan batas bagi otak anda sendiri. Kecerdasan itu bisa dibangun dengan Latihan dan harus bisa belajar bagaimana belajar itu sendiri (learning how to learn). Mental itu untuk membongkar konsep diri yang ada di diri kita sendiri.  

2. Concept of learning


Ada banyak yang berpikir bahwa pintar atau kepandaian adalah suatu genetic. Sesuatu yang tidak bisa dirubah. Padahal semua itu salah, contoh: semisal kita harus menyelesaiakan suatu masalah dalam Matematika, maka sesungguhnya  itu semua bisa dipelajari, menggunakan prosedur Matematika, menggunakan logika maka semua pasti bisa dipecahkan. Sekolah kita itu seperti perusahaan yang menciptakan produk baru secara bersamaan. Meluluskan sekian banyak peserta didik dalam waktu bersamaan sehingga kemudian menjadi sebuah persoalan baru. Kita misalkan saat kita bermain game, terdapat level dalam permainan tersebut. Untuk bisa masuk ke level berikutnya maka kita harus selesai dulu pada level satu. Saat menyelesaikan level satu, maka kita akan mendapat kartu yang digunakan sebagai pembuka kunci pada level dua, begitu seterusnya. Namun persoalan pendidikan di Indonesia adalah dalam jangka waktu sama tanpa menseleksi. Inside Knowledge, yang paling penting adalah bukan seberapa banyak pengetahuan yang anda ketahui tapi seberapa besar anda mampu mengkoneksikan pengetahuan yang didapatkan dengan kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataanya metode belajar yang ada di Indonesia kebanyakan masih bersifat hafalan, seperti kita bermain puzzle maka kita menemukan banyak puzzle tapi tidak bisa menyusunya.

3. Specifics skills

Setelah kita tahu semua permasalahan didunia, maka kemudian kita berpikir untuk bisa berkontribusi memecahkan masalah itu. Maka caranya adalah adalah punya kemampuan yang spesifik. Untuk menjadi seorang master maka anda butuh percobaan hingga ribuan kali sampai anda berhasil dan menjadi seorang master dalam bidang tersebut. Bakat itu penting tapi practice itu menjadi lebih utama dari sekedar bakat. Pada sebuah cerita ada dua orang anak yang berkompetisi dalam sebuah lomba lukis, satu anak mendapatkan nilai 8 dan satunya mendapat nilai 4. Kemudian anak yang punya nilai 8 menjadi lebih bersemangat karena nilai tersebut kemudian menjadi dorongan untuknya, dia menjadi termotivasi dan berjuang keras hingga akhirnya jadi pelukis hebat. Sementara anak yang mendapat nilai 4, dia merasa terpuruk dan tidak lagi mau berusaha. Dari sini, dapat kita ketahui bakat saja tidak cukup, butuh Latihan keras untuk jadi yang terbaik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahagia itu,kita yang rasa!

MEMBACA TAK SEKEDAR MENGEJA KATA

Hidup itu hanya soal hati